Disebut Jadi Penyebab Terhambatnya Pembangunan IKN, Apa itu Madden-Julian Oscillation (MJO)?
Jakarta – Cuaca hujan akibat Madden-Julian Oscillation (MJO) akhir-akhir ini disebut berubah menjadi kendala terbesar pembangunan infrastruktur pada Ibu Perkotaan Nusantara (IKN). Sebanyak 106 paket infrastruktur terkontrak yang digunakan dikerjakan kurun 2022-2024 terhambat. Hal ini lantaran hanya saja ada 8 hari cuaca cerah tanpa hujan di kurun 30 hari.
“Perpaduan dari musim penghujan, ditambah suplai uap air MJO, ditambah suplai dari suhu muka laut dalam Selat Makassar,” kata Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Balikpapan, Kalimantan Timur, Kukuh Ribudiyanto, pada Rabu, 17 Juli 2024.
Apa itu Madden-Julian Oscillation atau MJO?
Dilansir Maritim.bmkg.go.id, Madden-Julian Oscillation atau disingkat MJO merupakan aktivitas intra seasonal yang tersebut muncul dalam wilayah tropis. Fenomena ini dapat dikenali terdiri dari adanya pergerakan aktivitas konveksi yang menggerakkan ke arah timur dari Samudera Hindia ke Samudera Pasifik. Biasanya muncul setiap 30 sampai 40 hari.
Istilah MJO diambil dari nama ilmuwan Rol Madden dan juga Paul Julian. Seperti dilansir dari Psl.noaa.gov, menurut teori keduanya, MJO terbentuk akibat dari variabilitas atmosfer submusim yang dimaksud mempengaruhi tempat kejadian serta kekuatan curah hujan tropis. Fenomena bermula dalam melawan Samudera Hindia khatulistiwa serta bergerak perlahan ke arah timur dengan kecepatan 3-5 meter per detik menuju barat juga sedang Samudera Pasifik.
Kondisi ini dihadiri oleh oleh tahap penekanan secara konvektif juga bersama-sama memunculkan anomali curah hujan, yang dimaksud menyebabkan terjadinya cuaca ekstrem. Siklus gelombang atmosfer yang tersebut mengakibatkan massa udara basah ini berulang kira-kira setiap 5 hari. Terkadang puing-puing dari kejadian sebelumnya mengakibatkan MJO baru pada Samudera Hindia.
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, serta Geofisika (BMKG ), variabilitas atmosfer submusim pendorong MJO muncul akibat adanya dua fase: basah (konvektif) juga kering. Kedua fase memunculkan inovasi yang bertolak belakang terhadap keadaan cuaca pada tempat yang dimaksud terdampak. Contoh, wilayah yang disebutkan rutin terbentuk hujan ke ketika wilayah lain mengalami curah hujan minim.
EGI ADYATAMA
PIlihan Editor: Musim Hujan di Indonesia Tidak Lagi Siklus Berakhiran ‘Ber-Ber’, Hal ini Keterangan BMKG
Artikel ini disadur dari Disebut Jadi Penyebab Terhambatnya Pembangunan IKN, Apa itu Madden-Julian Oscillation (MJO)?





