Kesehatan

Agen Akui Jay Idzes Diminati Inter Milan juga Atalanta

PEMAIN Timnas Indonesia, Jay Idzes , dikabarkan masuk pada radar dua klub besar Italia, Inter Milan dan juga Atalanta. Ternyata, hal itu tidak sekadar rumor semata.

Agen Jay Idzes, Bilal Achenteh, membenarkan kalau pada waktu ini pihaknya melakukan kontak dengan Inter Milan kemudian Atalanta. Tapi, Achenteh menegaskan kalau bukanlah hanya saja dua klub itu belaka yang dimaksud menginginkan jasa bek Timnas Indonesia.

“Kami sedang berkomunikasi,” ungkap Achenteh, dilansir dari Inter-News, hari terakhir pekan (21/3/2025).

“Tetapi saya juga berbicara dengan klub lain. Bukan semata-mata Inter juga Atalanta,” sambungnya.

Rumor Jay Idzes dikaitkan dengan Inter Milan kemudian Atalanta mulanya tersiar dari jurnalis Italia, Nicolo Schira. Nerazzurri -julukan Inter Milan- bahkan diklaim mengutus pencari bakar untuk memantau segera bek berusia 24 tahun itu.

Pencari bakat utusan Inter Milan itu memantau performa Jay Idzes ketika Venezia menghadapi Atalanta. Tapi pada lain sisi, Schira juga mengungkapkan kalau Jay Idzes masuk di radar Atalanta, AC Milan, bahkan Napoli.

Kini, kabar yang disebutkan pun terungkap kebenarannya. Ternyata, Inter Milan juga Atalatan memang sebenarnya membidik Jay Idzes, bahkan telah melakukan komunikasi degan Achenteh selaku agen pemain.

Tak pelak jikalau Jay Idzes dibidik klub-klub besar Italia. Sebab, beliau tampil solid pada mengawal pertahanan Venezia sepanjang musim ini. Pemain Timnas Indonesia itu terus-menerus menjadi pilihan utama, hingga pembimbing Eusebio Di Francesco mempercayainya mengemban ban kapten.

Jay Idzes ketika ini masih terikat kontrak dengan Venezia hingga 30 Juni 2027. Tapi, tidak ada menghentikan kemungkinan kapten Timnas Indonesia itu akan hengkang apabila ada tawaran menarik yang datang.

Terlebih, Venezia ketika ini diambang degradasi ke Serie B. Tim berjuluk I Lagunari itu sedang menempati urutan 19 dengan 20 poin pada klasemen sementara Kejuaraan Italia musim ini.

Related Articles

Back to top button