Harley-Davidson Kalah Gugatan, Bayar Rp4,5 Ribu Miliar Akibat Kecelakaan Fatal

CALIFORNIA – Brand motor gede (moge) selama Amerika Serikat (AS) terjerat tindakan hukum hukum. Produsen kendaraan beroda dua motor legendaris dari negeri Paman Sam itu kalah di pengadilan serta harus mengeluarkan uang triliunan rupiah pasca dinyatakan bersalah di sebuah gugatan.
Melansir Rideapart, persoalan hukum ini bermula pada 2020 ketika sepasang kekasih Harold Morris serta Pamela SinClair berboncengan menggunakan Harley-Davidson Tri Glide. Hal ini merupakan motor roda tiga yang tersebut dikeluarkan oleh pabrikan selama Negeri Paman Sam itu.
Keduanya mengalami kecelakaan di dalam dekat perbatasan New York, Pennsylvania. Sepeda motornya meninggalkan dari jalan raya dan juga menyebabkan merek mengalami kecelakaan serius. Morris mengalami luka-luka di kecelakaan itu, sementara SinClair kehilangan nyawanya.
Setelah kecelakaan itu, pihak Morris lalu SinClair melayangkan gugatan terhadap Harley-Davidson. Mereka mengungkapkan kecelakaan yang disebutkan terjadi akibat sistem kontrol traksi yang buruk sehingga menciptakan pengendara kehilangan kendali.
Setelah melalui proses panjang, perkara yang dimaksud baru semata selesai juga lalu dimenangi oleh Morris juga SinClair. Hakim juga mengabulkan gugatan ganti kerugian untuk Harley-Davidson sebesar 287 jt dolar atau setara Rp4,5 triliun untuk keduanya.
Meski berhasil memenangi gugatan, Morris menegaskan perjuangannya ini tidak sekadar tentang uang. Menurutnya, ini akan menjadi pembelajaran bagi Harley-Davidson dan juga seluruh produsen sepeda gowes motor untuk menjamin keamanan pada item yang digunakan dipasarkannya.
“Uangnya memang sebenarnya besar, tapi jangan salah paham. Tetapi alasan utama gugatan yang disebutkan adalah kami ingin mengajukan permohonan pertanggungjawaban Harley-Davidson. Saya bukan ingin pemilik Harley lain mengalami apa yang digunakan saya alami selama empat tahun terakhir,” kata Morris dikutipkan dari Rideapart.
Pengacara Morris serta SinClair berhasil berargumen bahwa Harley mengambil jalan pintas untuk memasarkan kendaraan beroda dua motor roda tiganya, termasuk yang berkaitan dengan sistem kontrol traksinya.
Harley tidak ada merilis berapa banyak sepeda gowes roda tiga yang tersebut dibuatnya, serta mengelompokkannya ke pada statistik produksi lainnya. Jadi tiada jelas berapa sejumlah kendaraan beroda dua roda tiga yang digunakan mungkin saja terkena dampak masalahtersebut.





