Media Massa Televisi Diminta Perbanyak Show Jurnalisme

JAKARTA – Kemajuan teknologi dikhawatirkan berdampak pada kekacauan informasi jelang pilkada yang dimaksud akan berlangsung, November 2024. Penyebaran disinformasi seperti video deep fake dengan mudah menyebar dan juga memiliki kualitas gambar yang mana bagus.
Kondisi yang disebutkan harus diantisipasi agar kekacauan informasi yang tersebut terjadi di pemilihan raya 2024 tak terulang kembali.
Wakil Menteri Komunikasi juga Informatika Nezar Patria mengatakan, salah satu cara menangkal penyebaran disinformasi yang disebutkan dengan memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.
Menurut dia, pemanfaatan Kecerdasan Buatan pada jurnalisme akan memudahkan pada menyaring informasi yang digunakan akan disampaikan ke masyarakat. “Artificial Intelligence mampu untuk pengecekan fakta serta analisa disinformasi,” ujarnya.
Selain pengecekan fakta kemudian analisa disinformasi, teknologi Artificial Intelligence pada jurnalisme juga mampu digunakan untuk personalisasi juga otomatisasi konten, peringkasan lalu penyusunan teks dan juga chatbot untuk interview kemudian survei publik.
Nezar mengatakan, media nasional bisa saja menerapkan model bidang usaha multiplatform dengan menyajikan berita dalam beberapa platform digital konten sekaligus. Kedua, menghadirkan konten show jurnalisme yang digunakan fokus pada konten berita mendalam, spesifik, lalu menarik. Ketiga, diversifikasi serta penyajian konten berkualitas melalui skema digital subscription.
Dan terakhir, pemanfaatan teknologi terkini seperti Artifcial Intelligence di kegiatan jurnalistik seperti pembuatan konten berita dan juga penerjemahan berita. Nezar menyampaikan hal yang dimaksud di sambutannya di dalam acara Konsolidasi Nasional Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) yang mana berlangsung di dalam Hotel Peninsula, Jakarta, Hari Jumat (13/9/2024).
Konsolidasi nasional yang mengambil tema Eksistensi TV Berita lalu Kemerdekaan Pers di dalam Era AI, dilakukan pada rangka memperingati hari jadi IJTI yang tersebut ke-26.
Selain Wakil Menteri Komunikasi serta Informatika, hadir di acara yang disebutkan Ketua Dewan Pers Ninik Rahayu, Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, serta pemimpin redaksi dari beberapa jumlah stasiun televisi dan juga perwakilan pengurus IJTI dari seluruh provinsi.






