Ngeri-ngeri Sedap Roti Okko, Pedagang Kena Imbas Isu Dugaan Bahan Pengawet
Jakarta – Beberapa peniaga jajanan kue kemudian roti di kios grosir maupun warung di Bandung terimbas isu dugaan material pengawet pada roti Okko. Sepekan belakangan ini setelahnya kasusnya menyebar ke media sosial juga diberitakan media massa, pembeli roti berkurang.
“Bukan semata-mata Aoka lalu Okko tapi ke roti-roti pabrik lain juga terdampak,” kata Eden Ahmad Muhyidin, pedagang jajanan kue juga roti di Pasar Ciwastra Daerah Perkotaan Bandung.
Di kios grosirnya, aneka jenis roti rumahan serta pabrik memenuhi keranjang juga kardus yang tersebut dibuka. Umumnya penganan itu berasal dari Bandung serta sekitarnya. Daya tahan kue dan juga roti rumahan kurang dari seminggu. Adapun roti pabrik, menurut Eden, biasanya paling lama semata-mata sepuluhan hari. Hanya Aoka juga Okko yang digunakan masa kedaluarsanya sampai tiga bulan. “Ini baru pada dikirim minggu kemarin (Juli) expired-nya Oktober,” kata beliau ketika ditemui Kamis, 25 Juli 2024.
Dari sekian roti pabrik yang mana dijualnya, Aoka terhitung paling laris selama empat tahun ini di kiosnya. Setiap hari sanggup 4-5 kardus terjual, yang tersebut tiap kardusnya berisi 60 bungkus roti. Adapun sejak sekitar 3-4 bulan lalu, Eden mengambil bagian mengirimkan roti Okko yang dimaksud menurutnya juga disukai pembeli.
“Rotinya empuk rasanya enak,” kata Prima, seseorang pembeli. Roti Aoka serta Okko sampai siang hari itu masih ada sekitar 20-30 bungkus dalam kardus asalnya.
Berkurangnya pembeli roti sepekan belakangan ini juga dialami Asep, peniaga kue juga roti di dalam kios grosir bursa yang digunakan sama. Roti Aoka misalnya yang mana terlaris, normalnya mampu habis 3-4 kardus sehari.
“Sekarang situasi pembeli mengecil kita mau menghabiskan dua karton aja susah, apalagi ditambah isu ini,” katanya. Sementara peniaga warung ada yang menahan diri dengan tak membeli roti selama lima hari sejak isu roti berbahan pengawet berbahaya muncul pada media massa.
Isu roti yang mana mengandung material pengawet berbahaya sodium dehidroasetat pada merek Aoka kemudian Okko muncul dari hasil pemeriksaan oleh PT SGS. Badan Pengawasan Penyelesaian kemudian Makanan (BPOM) sempat membantah, namun kemudian menyatakan roti Okko mengandung mengandung natrium dehidroasetat. Bahan itu disebutkan tiada sesuai dengan komposisi pada ketika pendaftaran hasil roti Okko dan juga tak di antaranya substansi tambahan pangan yang dimaksud diizinkan berdasarkan Peraturan BPOM Nomor 11 Tahun 2019.
Terhadap temuan itu juga BPOM memerintahkan produsen roti Okko untuk menawan komoditas dari peredaran, memusnahkan, lalu melaporkan hasilnya terhadap BPOM. Sedangkan roti Aoka menurut BPOM lewat penjelasan ke masyarakat secara tercatat dalam laman resminya pada Selasa, 23 Juli 2024, dinyatakan tidak ada mengandung natrium dehidroasetat.
Artikel ini disadur dari Ngeri-ngeri Sedap Roti Okko, Pedagang Kena Imbas Isu Dugaan Bahan Pengawet




