George Kambosos Jr Kesal Diremehkan Juara IBF: Siapa yang dimaksud Membuat Aku Kalah?

George Kambosos Jr percaya bahwa ia kembali diremehkan mendekati pertarungan potensial melawan juara kelas ringan IBF, Richardson Hitchins. George Kambosos Jr membuktikan bahwa sejumlah orang salah pada kariernya, ketika ia mengalahkan berbagai petarung yang dimaksud tak terduga, termasuk juara dunia kelas ringan yang tersebut ketika itu tak terkalahkan, Teofimo Lopez , di tempat Madison Square Garden, New York, pada 2021.
Ia tidak ada diunggulkan oleh semua orang kecuali timnya pada di malam hari itu, namun ia mengejutkan dunia pada waktu ia menjatuhkan Lopez pada ronde pembuka serta meraih kemenangan terbelah, atau split decision, dari para juri. Sejak kemenangan tersebut, Kambosos, 31 tahun, mencatatkan rekor 1-3 pada empat pertandingannya.
Melihat catatan tersebut, kemungkinan besar ada yang mana mempertanyakan apakah petinju Australia ini sudah kehilangan sentuhannya, namun lawan-lawannya mengungkapkan bahwa Kambosos Jr hanya sekali kalah dari para petinju elite. Dua kekalahan dialami oleh Devin Haney pada tahun 2022 untuk bersaing untuk gelar kejuaraan juara yang tersebut tak terbantahkan, lalu kekalahan ketiga dialami oleh Vasily Lomachenko pada tahun 2024, yang merupakan kekalahan pertama Kambosos Jr dari lawan-lawannya.
Kekalahan-kekalahan tersebut, kemungkinan besar tak terelakkan, sudah mengakibatkan pertanyaan tentang apakah Hitchins akan melakukan konfirmasi kemenangan lainnya, namun Kambosos Jr siap untuk membuktikan bahwa pertanyaan-pertanyaan itu salah alamat.
“Orang-orang ingin meremehkan saya serta menyatakan apa yang ingin mereka katakan,” katanya terhadap BoxingScene. “Namun, siapa yang tersebut menyebabkan saya kalah? Saya kalah dari Devin Haney serta Vasily Lomachenko. Saya melawan nama-nama terbesar pada olahraga ini.”
“Bagi saya, Hitchins belum pernah melawan atlet elite besar, nama elite. Ya, ia menjalani pertarungan hebat melawan [Liam] Paro, yang digunakan jelas saya hormati di tempat sana, namun ia belum pernah melawan atlet elite. Saya berbicara tentang puncak dari orang-orang seperti Lopez; orang-orang seperti Devin Haney,”papar Kambosos.
“Saya dua kali berkompetisi dengannya serta Lomachenko. Itu adalah puncak elite, 0,001 persen dari tinju; Saya sudah berada dalam sana bersatu mereka. Saya pernah melawan mereka. Saya tahu 110 persen bahwa saya akan mengalahkannya ketika saatnya tiba. Saya suka menjadi seseorang pejuang jalanan. New York adalah tempat yang baik bagi saya.”
Kambosos Jr harus meraih kesempatan melawan Hitchins melalui kemenangan melawan juara domestik kelas 63,5 kilogram dengan syarat Australia, Jake Wyllie, pada hari Sabtu, di area Qudos Bank Arena, Sydney, kota kelahirannya. Para petarung yang digunakan berada di area kedudukan yang tersebut serupa dengannya telah dilakukan bersalah dikarenakan kehilangan fokus dari apa yang digunakan ada di area depan mereka.
Namun, Kambosos Jr yang digunakan berpengalaman, sudah berada di area di sini sebelumnya dan juga tidaklah akan merasa bersalah sebab mengabaikan Wyllie yang mana mempunyai rekor 16-1 (15 KO).
“Saya fokus pada satu orang ketika ini, kemudian itu adalah Jack Willey,” katanya. “Dia akan datang untuk merusak pesta. Seperti yang digunakan saya katakan, ini adalah kisah Rocky, tapi ini bukanlah film Rocky. Tidak ada akhir yang tersebut bahagia.”
“Dengar, saya sangat berpengalaman. Saya sangat berpengalaman kemudian pernah berada pada situasi ini sebelumnya. Ingat, saya pernah melawan Lee Selby untuk perebutan penghargaan juara dunia, di dalam mana saya menghadapi Lopez, sang juara dunia yang mana tak terbantahkan, dengan mempertaruhkan empat sabuk.”





