Moeldoko Respons Cak Imin perihal Perbandingan Dinasti Soeharto kemudian Jokowi
Jakarta – Kepala Staf Presiden Moeldoko menanggapi pernyataan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar mengenai perbandingan Presiden Soeharto serta Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Cak Imin –panggilan Muhaimin Iskandar— membandingkan keduanya pada konteks dinasti politik.
“Yang meributkan rakyat dan juga tak meributkan rakyat, kok tanya saya. Kenapa sekarang nggak ribut? Tanya rakyat,” kata Moeldoko ditemui Tempo pada Istana Kepresidenan Ibukota pada Rabu, 24 Juli 2024.
Cak Imin mengutarakan ada inovasi pada pemilihan umum atau Pemilihan Umum 2024. Ia menyebutkan, pada waktu Soeharto berkuasa, pemerintah Orde Baru itu mengangkat anaknya, Siti Hardijanti Hastuti Rukmana alias Tutut Soeharto, berubah jadi menteri sosial pada 1998. Tak lama setelahnya Tutut masuk kabinet, bergulir Reformasi yang menumbangkan pemerintahan Soeharto.
Lalu, di era pemerintahan Presiden Jokowi, mantan Pengurus DKI DKI Jakarta itu menggalakkan putra sulungnya, Gibran Rakabuming Raka, berubah jadi calon perwakilan presiden di PIlpres 2024 hingga terpilih mendampingi Prabowo Subianto.
“Dulu, kita tak pernah membayangkan Pak Harto yang sekuat itu saja, baru ngangkat Bu Tutut jadi Mensos sudah ada jatuh,” kata Cak Imin di dalam acara Musyawarah Kerja Nasional PKB ke Ibukota Indonesia Convention Center (JCC) Senayan, Selasa, 23 Juli 2024. “Hari ini, Pak Jokowi sanggup menjadikan anaknya duta presiden, aman-aman saja.”
Dalam PIlpres 2024, Muhaimin bergabung berkontestasi menghadapi Prabowo-Gibran. Ia berubah menjadi calon delegasi presiden yang mendampingi Anies Baswedan. Pasangan calon Anies-Muhaimin dan juga Ganjar Pranowo-Mahfud Md kalah di pemilihan presiden tersebut.
Muhaimin bersyukur oleh sebab itu keadaan Indonesia masih di keadaan aman kemudian seluruh rakyat tetap bersatu bagaimanapun juga berlangsung pembaharuan radikal selama pemilihan presiden 2024. “Kita tidak ada pernah juga membayangkan bagaimana konstelasi urusan politik nasional kita, fondasi-fondasi kekuatan terus bisa jadi kita jaga,” kata dia.
Ia juga mengingatkan kader partainya agar menjaga dari konflik di dalam masyarakat. “Potensi perpecahan harus diantisipasi, prospek kerawanan harus kita hadapi dan juga PKB harus jadi penguat ideologi kebangsaan yang tersebut kokoh,” katanya.
PKS Ajak Dukung Anies-Sohibul ke Pilgub Jakarta, Cak Imin: Akan Jadi Masukan Penting
Artikel ini disadur dari Moeldoko Respons Cak Imin soal Perbandingan Dinasti Soeharto dan Jokowi





