Rupiah Ditutup Melemah Ketat pada Level Mata Uang Rupiah 16.215 per Dolar Negeri Paman Sam
Jakarta – Mata uang rupiah melemah tipis 1,5 poin di penutupan perdagangan hari ini Rabu, 24 Juli 2024. Kuantitas tukar rupiah ditutup pada level Rupiah 16.215 per dolar AS. Pada penutupan perdagangan Selasa kemarin, kurs rupiah terhadap dolar Negeri Paman Sam tercatat di level Simbol Rupiah 16.213,5.
Direktur Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi, mengemukakan sebagian besar peniaga kekal bias terhadap greenback di sedang ketidakpastian mengenai pemilihan Presiden Amerika Serikat. Terlebih, pasca Presiden Joe Biden mundur dari pencalonan serta menggalang wakilnya Kamala Harris sebagai kandidat dari Partai Demokrat.
“Harris terlihat dengan cepat mengakumulasi dukungan dari partai tersebut, sehingga Demokrat menyiapkan Harris untuk berhadapan dengan calon dari Partai Republik Donald Trump tahun ini,” kata Ibrahim di penjelasan tercatat pada Rabu.
Sementara itu, pangsa Cina mengalami penurunan yang dimaksud berkepanjangan pada beberapa sesi terakhir. Hal ini terjadi dikarenakan sentimen terhadap negara yang disebutkan memperparah akibat data perekonomian yang mana mengecewakan. Utamanya data pertumbuhan yang lebih lanjut lambat dari perkiraan pada kuartal kedua 2024.
“Hal ini ditambah dengan penurunan suku bunga yang digunakan mengecewakan oleh Bank Rakyat, sementara Sidang Pleno Ketiga Partai Komunis Tiongkok juga tidak ada memberikan berbagai petunjuk mengenai langkah-langkah stimulus lebih tinggi lanjut,” tutur Ibrahim.
Sedangkan di pada negeri, lingkungan ekonomi terus memantau situasi utang pemerintah yang tersebut membengkak serta telah berada pada tempat tiada aman. Kementerian Keuangan sebelumnya mengungkapkan sikap utang pemerintah pada Mei 2024 mencapai Mata Uang Rupiah 8.353,02 triliun. Rasio utang pemerintah terhadap pendapatan pada waktu ini telah mencapai 300 persen, lebih besar tinggi bila dibandingkan sikap 31 Desember 2023 yang sebesar 292,6 persen.
“Rasio utang pemerintah telah tiga kali lipat lebih tinggi besar daripada penerimaannya,” kata Ibrahim.
Jika dilihat dari beberapa indikator seperti debt service domestic government revenue yang ditetapkan Dana Moneter Internasional (IMF), kedudukan utang pemerintah telah bukan aman. Namun bila menggunakan indikator rasio utang pemerintah terhadap Barang Domestik Bruto (PDB), tempat utang RI memang benar masih aman sebab di bawah batas aman 60 persen.
Secara nominal, kedudukan utang pemerintah per Mei 2024 bertambah Simbol Rupiah 14,59 triliun. Nominalnya, meningkat 0,17 persen dibandingkan akhir April 2024 yang mana mencapai Rupiah 8.338,43 triliun.
Artikel ini disadur dari Rupiah Ditutup Melemah Tipis di Level Rp 16.215 per Dolar AS





