PB PGI mengakses potensi Indonesi Open kembali pindah kedudukan tahun depan

DKI Jakarta – Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Golf Nusantara (PB PGI) Japto Soerjosoemarno mengemukakan organisasi yang dimaksud dipimpinnya membuka prospek bagi lapangan-lapangan golf lain untuk berubah menjadi tuan rumah kompetisi bergengsi Indonesi Open pada tahun depan.
Pada Tanah Air Open 2024, Damai Indah Golf Pantai Indah Kapuk (PIK) mendapat kehormatan untuk berubah menjadi tuan rumah event tersebut setelah selama satu puluh tahun terakhir terus-menerus diselenggarakan pada Pondok Indah Golf Course.
“Jadi nanti di dalam penutupan kami akan menawarkan lapangan golf mana yang mau mengadakan ini (Indonesia Open). Silakan. Mereka mau mengiklankan lapangan golfnya, tapi kita harus free (gratis),” kata Japto ketika ditemui ke Damai Indah Golf PIK, Selasa.
Japto kemudian memaparkan bahwa PB PGI berniat untuk merotasi tuan rumah Indonesia Open ke beragam lapangan golf di seluruh Indonesia. Sebab ia tak menginginkan pertandingan prestisius itu berubah menjadi identik dengan hanya saja satu lapangan golf saja.
“Golf ini kan satu komunitas golf. Yakni lapangan, pemain, juga pro. Jadi ada amatir ada pro. Nah ini harus kita hidupkan lagi. Ini adalah kerja mirip kita dengan APLGI (Asosiasi Pemilik Lapangan Golf Indonesia), kami beri kesempatan terhadap mereka itu untuk menawarkan lapangan. Kalau mereka memperkenankan, kan naik juga peringkat merek pada dunia,” ujar Japto.
Lebih jauh, Japto juga meyakini Nusantara tiada kekurangan lapangan golf yang mana layak untuk bermetamorfosis menjadi arena berlangsungnya turnamen yang digunakan disupervisi oleh Asian Tour itu.
“Tentu ada ada syarat-syarat yang dimaksud harus dipenuhi. Panjang lapangan, terus average par-nya ya,” kata Japto yang tersebut menduduki posisinya sebagai Ketua PB PGI sejak 2023 itu.
Indonesi Open 2024 mempunyai average par yang mana berbeda dengan penyelenggaraan tahun sebelumnya, yakni 71. Setelah pada tahun kemudian menggunakan average par 72.
Turnamen golf ini sudah ada diselenggarakan di dalam Tanah Air sejak 1974, namun hanya saja satu kali pegolf Nusantara yang pernah menjadi juara. Pegolf yang disebutkan adalah Kasiadi yang memenangi penghargaan yang disebutkan pada 1989.
Artikel ini disadur dari PB PGI buka peluang Indonesia Open kembali pindah lokasi tahun depan





