Pengamat Kritik Raihan WTP Otorita IKN dari BPK: Sulit Dipercaya
Jakarta – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) memberikan penilaian wajar tanpa pengecualian menghadapi laporan keuangan Otorita IKN tahun 2023. BPK mengkaji lembaga yang mana baru berusia dua tahun itu memenuhi kriteria sehingga patut diganjar opin WTP.
Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagio menyatakan pemberian opini WTP bukan bisa dipercaya. Ia mengingatkan umum agar tak terkecoh dengan predikat yang disebutkan akibat tidak ada menjamin pengelolaan anggaran yang digunakan baik.
“Saya pribadi tidaklah percaya untuk BPK, sudah ada banyak kasusnya bahwa pemberian WTP ini transaksional. Apalagi di BPK isinya berbagai politisi. Jadi WTP instansi IKN ini sulit dipercaya,” kata beliau pada waktu dihubungi pada Rabu, 17 Juli 2024.
Dia mengkaji langkah BPK memberikan Opini WTP lebih besar terhadap menyenangkan hati pemerintah dalam berada dalam rumitnya masa depan perkembangan IKN. Menurutnya, tak ada indikator yang dimaksud dibuka secara transparan apakah laporan keuangan Otorita IKN diaudit juga tidak ada ditemukan persoalan.
Menurut Agus, harus ada penjelasan lebih lanjut rinci terkait anggaran dari mana semata yang dikelola Otorita IKN selama ini. “Ini kan lembaga baru, baru meninggalkan nomenklaturnya. Jadi anggarannya belum dapat dicairkan. Yang diaudit BPK ini yang digunakan mana,” kata dia.
Plt Wakil Otorita IKN Raja Juli Antoni mengklaim raihan WTP dari BPK membuktikan Otorita IKN memenuhi standar di pelaporan keuangan.
“Opini WTP ini merupakan pencapaian yang dimaksud membanggakan oleh sebab itu sebagai lembaga negara yang dimaksud baru terbentuk pada tahun 2022, atau terbilang masih bayi, Otorita IKN secara langsung mendapatkan opini WTP dari BPK RI,” katanya pada pernyataan tertulis, Senin, 15 Juli 2024.
Artikel ini disadur dari Pengamat Kritik Raihan WTP Otorita IKN dari BPK: Sulit Dipercaya






