Perjalanan Luar Biasa TJ Doheny Menantang Monster KO Naoya Inoue

Perjalanan luar biasa TJ Doheny menantang Monster KO Naoya Inoue , petinju Negeri Sakura terbaik sepanjang masa. Namun petinju jika Irlandia yang mana berbasis di dalam Australia ini sudah ada tidak ada asing lagi dengan petinju-petinju yang mana mendominasi dari negeri matahari terbit tersebut.
TJ Doheny akan memasuki laga melawan Naoya Inoue dengan kepercayaan diri yang dimaksud tinggi pada waktu ia bertarung melawan juara kelas bulu divisi junior tak terbantahkan ini dalam Ariake Arena, Jepang, pada 3 September. Petarung kidal ini sedang di perjalanan menuju tiga kemenangan KO teknikal beruntun di tempat Jepang, melawan Bryl Bayogos, Japhethlee Llamido lalu Kazuki Nakajima, di sembilan ronde.
Doheny (26-4, 20 KO) menjadi juara IBF kelas 55,3 kilogram di tempat Negeri Sakura pada tahun 2018, dengan kemenangan bilangan bulat mutlak berhadapan dengan Ryosuke Iwasa. Ia mempertahankan gelarnya melawan Ryohei Takahashi dari Jepun di area New York, yang tersebut menghadirkan rekornya melawan petarung Nippon menjadi 5-0.
Namun Inoue (27-0, 24 KO) bukanlah lawan yang biasa – petinju terbaik dunia ini telah dilakukan menghancurkan semua orang yang digunakan pernah berhadapan dengannya selama 12 tahun terakhir. Agen tinju Sean Gibbons kemudian Mike Altamura telah terjadi menangani karier Doheny selama hampir satu dekade.
Meskipun Inoue terdaftar sebagai unggulan taruhan -5000, Gibbons yakin bahwa anak asuhnya miliki kesempatan besar untuk mengejutkan sang juara empat divisi, yang berusia 31 tahun, enam tahun lebih banyak muda dari Doheny.
”TJ adalah lawan yang tersebut sangat layak,” kata Gibbons terhadap BoxingScene.
”Dia miliki sejarah yang dimaksud sangat panjang di dalam Negeri Sakura kemudian ia mencapai puncaknya pada waktu yang digunakan tepat. Saya pikir beliau akan mengejutkan sejumlah orang. Inoue tidaklah pernah benar-benar terpukul lantaran ia sangat bagus. TJ menyebabkan berbagai hal ke di permainan lalu ia harus mencoba untuk menghajarnya kemudian membuatnya kesulitan, akibat ia tidaklah akan sanggup mengalahkannya. Ia tak akan rugi. Ia akan tampil dengan santai serta nyaman.”
Gibbons mengungkapkan bahwa Doheny berada pada titik terendah di hidupnya pada waktu mengalami kekalahan baru-baru ini, juga dipaksa untuk mempertahankan pekerjaannya sembari menangani kesulitan lain di dalam luar ring. Kekalahan pertama pada karirnya terjadi ketika ia mempertahankan gelar kejuaraan kedua yang digunakan penuh semangat pada tahun 2019 melawan Daniel Roman melalui tindakan mayoritas.
Kekalahan yang disebutkan mengawali rentetan 2-4 bagi Doheny, termasuk kekalahan melalui kebijakan juri pada waktu menghadapi Ionut Baluta pada tahun 2020, Michael Conlan pada tahun 2021 lalu Sam Goodman pada tahun 2023. Namun, pada usia 37 tahun, Doheny nampaknya telah terjadi berbalik arah pasca tiga kemenangan besar di dalam Jepang, dimana terdapat pembicaraan tentang “status mitos” yang tersebut dimilikinya di dalam negara tersebut.
Ia saat ini harus mengerahkan seluruh kemampuannya untuk menghadapi Inoue, yang tersebut baru cuma meraih kemenangan pada ronde keenam ketika menghadapi Luis Nery di tempat bulan Mei lalu. Doheny mengalahkan Bayogos pada laga pendukung; Inoue mengalami knockdown pertama di kariernya pada waktu melawan Nery, namun ia mampu memulihkan diri dengan cepat kemudian melibas lawannya itu.





