Pertarungan Jebakan? 3 Alasan TJ Doheny Ancaman bagi Naoya Inoue

Juara dunia kelas bulu kategori junior tak terbantahkan, Naoya Inoue (27-0, 24 KO), akan mempertahankan gelarnya melawan TJ Doheny (26-4, 20 KO) pada hari Selasa, pada Ariake Arena, Tokyo. Naoya Inoue menjalani perjalanan yang dimaksud luar biasa, menjadi juara tak terbantahkan dalam kelas bantam kemudian kelas bulu kategori junior pada dua tahun berturut-turut, 2022 dan juga 2023.
Tempatnya di dalam Hall of Fame tinju nampaknya telah aman, namun pertarungannya melawan Doheny mungkin saja akan menawarkan lebih tinggi banyak intrik daripada yang tersebut diperkirakan berbagai orang. Berikut adalah tiga subplot utama yang tersebut menghasilkan pertarungan ini lebih besar menarik daripada yang tersebut terlihat pada pandangan pertama:
1. Usia kemudian dampaknya
Dalam kelas yang digunakan lebih besar ringan, para petarung seringkali mencapai puncaknya tambahan awal kemudian menua lebih besar cepat dari rekan-rekan merek yang dimaksud lebih lanjut berat. Legenda kelas terbang Roman Gonzalez, sebagai contoh, mengalami kekalahan pertama pada kariernya pada usia 29 tahun, dari Srisaket Sor Rungvisai. Sementara petinju kelas terbang Michael Carbajal kalah dari Humberto Gonzalez pada usia 26 tahun. Inoue, yang sekarang ini berusia 31 tahun, berada di dalam usia yang digunakan dapat menjadi faktor.
Dalam pertarungan terakhirnya, Inoue dipukul jatuh oleh Luis Nery sebelum bangkit untuk menghentikan Nery pada ronde keenam. Pertanyaannya sekarang adalah apakah KO yang dimaksud belaka terjadi sekali atau merupakan tanda menurunnya refleks yang dapat berdampak pada penampilannya dalam masa depan.
Doheny, 37 tahun, adalah petarung yang dimaksud tambahan tua, namun usia Inoue dan juga usianya yang mana telah dilakukan memasuki usia 30-an – sebuah fase kritis bagi petarung divisi bawah – tidak ada terlalu diperhatikan. Laga ini dapat menunjukkan apakah Inoue akan terus menentang kurva penuaan atau apakah ini akan menjadi sebuah narasi yang harus dipantau.
2. Kebangkitan Doheny
Doheny, mantan pemegang penghargaan juara kelas bantam super IBF, paling diingat sebab kehilangan sabuknya melalui tindakan mayoritas dari Daniel Roman pada sebuah pertarungan yang dimaksud menghibur pada tahun 2019. Kekalahan dari Michael Conlan lalu Sam Goodman baru-baru ini mungkin saja menunjukkan waktu malam yang tersebut mudah bagi Inoue, namun penampilan Doheny baru-baru ini menunjukkan hal yang digunakan berbeda.
Dalam tiga laga terakhirnya, Doheny mencetak tiga KO beruntun, termasuk kemenangan menghadapi Kazuki Nakajima, Japhethlee Llamido kemudian Bryl Bayogos. Khususnya, Llamido, yang mana tak terkalahkan lalu merupakan rekan latih tanding Inoue, dipukul KO oleh Doheny pada ronde pertama.





