PLN EPI-Pemprov DKI Ibukota Indonesia Olah Sampah Jadi Bahan Bakar Jumputan Padat

JAKARTA – PT PLN Daya Primer Indonesia (PLN EPI) bekerja mirip dengan pemerintahan Provinsi DKI Ibukota mengolah sampah menjadi Bahan Bakar Jumputan Padat (BBJP) sebagai subtitusi batu bara di tempat PLTU. Bekerjasama ini tak hanya saja membantu mengurai persoalan sampah kota, namun juga memproduksi biomassa yang digunakan dapat mereduksi emisi di area pembangkit listrik.
Kerja sebanding yang dimaksud ditandai dengan penandatanganan MoU pada Juni 2023 ini telah lama memasuki tahap pelaksanaan kajian serta studi kelayakan terkait inputan sampah yang tersebut ada di dalam TPS 3R Pesanggrahan menjadi BBJP kemudian selanjutnya akan dilaksanakan penandatanganan perjanjian kerja sama. Melalui kerja serupa ini, sampah yang mana masuk ke TPS Pesanggarahan yang sebagian besar merupakan sampah organik perumahan akan direduksi menjadi materi bernilai ekonomis.
“Sebagai entitas yang bertugas menjamin rantai pasok substansi baku untuk pembangkit listrik, PLN EPI terus melakukan berbagai pengembangan untuk menyokong pemerintah pada reduksi emisi karbon dan juga meningkatkan perekonomian sirkuler,” ujar Direktur Utama PLN EPI Iwan Agung Firstantara di area Jakarta, Selasa (13/8/2024).
Iwan menjelaskan, teknologi co-firing merupakan terobosan mutakhir yang mana tiada hanya sekali mampu menurunkan persoalan sampah kota, tetapi juga berkontribusi pada menekan emisi pada pembangkit listrik melalui penggantian penyelenggaraan batu bara dengan biomassa. “Dalam proses penerapannya nanti ketika mulai commissioning, akan dilaksanakan uji coba pada PLTU terdekat, yaitu PLTU Lontar di dalam Tangerang. Nanti sebagian juga akan dikoordinasikan kembali. Artinya produk-produk selain BBJP ini dapat pada offtake oleh bidang semen yang digunakan ada di area sekitar Jakarta,” paparnya.
Vice President Produksi dan juga Rantai Pasok Biomassa PLN EPI Erfan Julianto menambahkan, pelaksanaan uji coba dan juga commisioning rencananya dilaksanakan pada akhir Desember 2024, atau Januari 2025. “Saat ini kita memang sebenarnya melakukan proses tender pengadaan ada tahapan administrasi, evaluasi teknis kita estimasikan untuk signing contract untuk calon pelaksanaan pekerjaan dilaksanakan di tempat awal September ini, selanjutnya fabrikasi serta kegiatan proyek konstruksi kurang tambahan 3 bulan,” jelasnya.
Dari sisi pembangkit, kata Erfan, pengelolaan limbah dengan baik dapat menjadi sumber keuntungan. Dalam hal ini, jelas dia, PLN EPI memanfaatkan sampah menjadi biomassa dengan konsep sektor ekonomi sirkuler. Sebagian besar limbah pertanian, perkebunan, serta limbah lapangan usaha perkayuan dapat menjadi unsur bakar. “Dengan demikian, limbah sanggup bernilai ekonomis serta menjadi tambahan pendapatan bagi rakyat yang digunakan mampu mengatur lalu memanfaatkannya dengan baik,” tandasnya.
Erfan menambahkan, PLN EPI membuka kesempatan kerja sejenis seluas-luasnya bagi pemerintah kabupaten/kota di dalam seluruh Indonesia di memulai pembangunan ekonomi sirkuler. “Baik itu melalui penyetoran biomassa pada lahan kritis, pengelolaan limbah perkebunan, pertanian juga perkayuan, maupun BBJB sampah perkotaan untuk co-firing pembangkit,” ujarnya.
Terkait dengan itu, Fahmi dari Dinas Lingkungan Hidup DKI Ibukota bidang PSLB3 mengatakan, kolaborasi seperti yang tersebut dijalankan dengan PLN EPI ini sangat dibutuhkan. “Pemerintah, badan perniagaan swasta, maupun warga perlu berkolaborasi untuk menjalankan sampah dari hulu sampai hilir. Dengan demikian, pengelolaan sampah dapat berjalan dengan baik,” tandasnya.




