Sedot Anggaran Rp1,45 Triliun, Hal ini Gagasan Istana Wapres di tempat IKN

JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum lalu Perumahan Rakyat (PUPR) resmikan dimulainya pembangunan Istana Wakil Presiden di area Ibu Pusat Kota Nusantara (IKN). Proyek ini menggunakan dana APBN senilai Rp1,45 triliun untuk beberapa pekerjaan.
Istana Wakil Presiden di dalam IKN akan dibangun pada menghadapi lahan seluas 14,8 Ha dengan luas total bangunan 10.038,4 m2. Konstruksinya dikerjakan oleh PT Adhi Karya dan juga Penta Architecture KSO.
Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR, Diana Kusumastuti menjelaskan penyelenggaraan kawasan Istana Wakil Presiden dijalankan pada 2 tahap. Tahap pertama meliputi penyelenggaraan bangunan istana lalu kantor wapres, kediaman wapres, mess paspampres lalu parkir, dan juga bangunan penunjang lainnya.
“Tahap pertama akan kita selesaikan pada Agustus 2025, mudah-mudahan ketika 17 Agustus 2025 sudah ada dapat berfungsi. Untuk tahap 2 akan segera kami lelangkan kembali,” ujar Diana di keterangan resmi, Hari Senin (12/8/2024).
Pembangunannya menggunakan konsep “Huma Betang Tunai” yang digunakan pada bahasa dayak memiliki arti rumah panjang ibu. Ibu sebagai sebagai pengayom, pemberi, serta pemelihara penting untuk diingat kembali sebagai bagian dari kata Ibu Perkotaan dan juga Ibu Pertiwi.
Desainer Istana Wakil Presiden Daliana Suryawinata menambahkan, bangunan di dalam IKN membutuhkan tipologi yang digunakan berakar dari arsitektur tradisional Indonesia, teristimewa rumah panggung. Sehingga konsep rumah panggung diangkat di konsep Istana Wakil Presiden dan juga juga konsep rumah panjang yang tersebut adalah kekhasan Kalimantan.
“Pada atapnya nanti dipasang panel surya dan juga bangunannya juga didesain secara hemat energi,” kata Daliana Suryawinata.
Wapres Ma’ruf Amin mengungkapkan pengerjaan Istana Wakil Presiden pada IKN ini mempunyai arti strategis. Selain menjadi kebanggaan lantaran merupakan karya anak bangsa, bangunan ini diharapkan dapat menjadi salah satu pusat aktivitas kenegaraan yang mana mencerminkan nilai-nilai kebangsaan, integritas, serta pelayanan publik.
“Lebih dari itu, istana ini harus menjadi sumbu pembaharuan dan juga tempat lahirnya berbagai kebijakan penting yang menyangkut hajat hidup rakyat Indonesia,” kata Wapres Ma’ruf Amin.





