Unair Tuan Rumah ICAS, Pertemukan Akademisi hingga Budayawan dari 66 Negara
Jakarta – Universitas Airlangga (Unair), Surabaya, Jawa Timur bermetamorfosis menjadi tuan rumah International Convention of Asia Scholars (ICAS) ke-13. Agenda ini merupakan salah satu wadah diskusi juga berbagi wawasan terkini tentang Asia.
Penyelenggaraan ICAS ini hasil kerjasama dengan Airlangga Institute of Indian Ocean Crossroads (AIIOC), lembaga independen milik Unair.
Direktur AIIOC, Lina Puryanti mengatakan, ICAS pertama kali diinisiasi oleh International Institute for Asians Studies (IIAS) yang dimaksud berpusat dalam Leiden, Belanda. Tidak cuma berubah jadi panggung diskusi antar akademisi, ICAS turut melibatkan praktisi budaya, kesenian, hingga rakyat sipil.
“Konferensi internasional ini mengusung konsep confes (Conference Festival). Jadi tiada semata-mata sekedar konferensi, tapi ada workshop hingga pameran,” kata Lina ketika konferensi pers di dalam Kampus B Unair, Hari Sabtu 27 Juli 2024.
Lina merinci, ada lebih lanjut 1.500 partisipan juga observer yang dimaksud akan hadir pada acara ini. Mereka berasal dari 598 perguruan membesar dari 66 negara berbeda. Selain itu, terdapat juga 17 pameran juga 24 workshop dengan tema yang mana beragam.
Surabaya terpilih bermetamorfosis menjadi tuan rumah ICAS ke-13 oleh sebab itu dinilai unik. Terutama melalui sejarah kemudian keberagaman di Daerah Perkotaan Pahlawan ini. “Surabaya mempunyai beragam kampung bersejarah yang mana sangat menarik,” ungkap Lina.
Direktur IIAS, Prof Philippe Peycam menyampaikan bahwa tujuan IIAS adalah memperkenalkan riset, menggalang edukasi, dan juga menghubungkan komunitas lintas negara.
Philippe mengatakan, Surabaya sebagai tuan tumah akan menjadi playground para peneliti, seniman, juga budayawan. “ICAS tahun ini bertujuan memberdayakan komunitas pada kota-kota yang mana terpilih. Surabaya dipilih sebab kekayaan kultural yang dimaksud khas,” kata dia.
Agenda ICAS berlangsung mulai Sabtu, 27 Juli 2024 hingga 1 Agustus 2024. Selain ke kampus Unair, ada 11 titik di dalam Surabaya yang mana bermetamorfosis menjadi tempat perhelatan confes ini.
Artikel ini disadur dari Unair Tuan Rumah ICAS, Pertemukan Akademisi hingga Budayawan dari 66 Negara




