Satgas Penurunan Harga Tiket Pesawat Mulai Bekerja, Biaya Operasional Penerbangan Dievaluasi
Jakarta – Kepala Biro Komunikasi Kementerian Wisata dan juga Perekonomian Kreatif (Kemenparekraf) I Gusti Ayu Dewi Hendriyani memaparkan Kemenparekraf ikut serta pada satuan tugas atau Satgas penurunan nilai tiket pesawat. “Dilibatkan pada sembilan langkah untuk efisiensi penerbangan dan juga penurunan harga jual tiket pada mana kementerian atau lembaga akan melibatkan sesuai dengan tugas juga fungsinya masing-masing,” katanya melalui pernyataan tertoreh terhadap Tempo, Kamis, 18 Juli 2024.
Ia mengatakan, adapun sembilan langkah yang digunakan akan dikerjakan pemerintah lewat Komite Supervisi Harga Tiket Angkutan Penerbangan Nasional untuk efisiensi penerbangan serta penurunan nilai tukar tiket, yakni evaluasi biaya operasional pesawat, penguatan kebijakan konektivitas lalu persaingan usaha, kemudian penyesuaian kebijakan TBA berdasarkan kepadatan rute.
“Kemudian evaluasi peran pendapatan dari kargo terhadap pendapatan maskapai, pemberian insentif PPN DTP tiket penerbangan, multiprovider avtur untuk menurunkan tarif avtur, akselerasi pembebasan bea masuk dan juga pengaktifan larangan lalu pembatasan, penghilangan double charge pada PPN Avtur juga tiket pesawat, penghilangan double charge pada tarif tiket pesawat,” ujarnya.
Dewi Hendriyani mengatakan, Kemenparekraf sama-sama Kementerian Perhubungan kemudian kementerian lainnya, juga biro perjalanan menggerakkan adanya tiket pesawat bundling dengan akomodasi juga trip. “Menyelenggarakan Wonderful Tanah Air Travel Fair pada Oktober 2024 sebagai strategi penawaran juga mitigasi ketika low season,” ujarnya.
Ia juga menuturkan, pembentukan satgas penurunan tarif tiket pesawat dijalankan setelahnya melalui tahap koordinasi antar kementerian/lembaga asosiasi terkait. Satgas tersebut, kata dia, pada bawah koordinasi Kementerian Koordinator Sektor Kemaritiman lalu Penyertaan Modal (Kemenkomarves) juga Kementerian Koordinator Sektor Perekonomian (Kemenko Eko). “Secara efektif akan mulai bekerja pada Agustus 2024,” ujarnya.
Satgas ini melibatkan beberapa kementerian atau lembaga dan juga asosiasi terkait, yakni; Kementerian Keuangan, Kemenparekraf, Kementerian Perhubungan, Kementerian BUMN, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Energi juga Sumber Daya Mineral bersama, BPKP, KPPU, juga IAMSA (Indonesia Aircraft Maintenance Service Association).
Sebelumnya Menteri Koordinator Sektor Kemaritiman kemudian Pengembangan Usaha Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan tarif tiket penerbangan yang mana cukup tinggi sedang dikeluhkan banyak pendatang akhir-akhir ini. Kemenko Mrves, menurut Luhut, sedang menyiapkan beberapa langkah untuk efisiensi penerbangan serta penurunan tarif tiket. “Misalnya evaluasi operasi biaya pesawat,” kata ia di instagram resminya @luhut.pandjaitan.
Mantan Kepala Staf Kepresidenan RI itu memaparkan biaya operasi yang tersebut dimaksud adalah cost per block hour atau biaya rata-rata yang dikeluarkan maskapai di setiap jam penerbangan.
Artikel ini disadur dari Satgas Penurunan Harga Tiket Pesawat Mulai Bekerja, Biaya Operasional Penerbangan Dievaluasi





