Turki serta Irak tegaskan pentingnya saling membantu kedaulatan

Istanbul – Turki serta Irak kembali menegaskan pentingnya saling menyatakan dukungan terhadap keutuhan kemudian kedaulatan negara masing-masing.
Hal itu tercantum pada sebuah pernyataan sama-sama yang dimaksud dikeluarkan pada akhir perjumpaan ke-5 Mekanisme Ketenteraman Level Tinggi yang dilakukan ke kota pesisir Antalya, Turki, pada Akhir Pekan (13/4).
Kedua negara juga menegaskan kembali tekad untuk meningkatkan koordinasi kemudian kerja identik pada berubah-ubah bidang, di antaranya militer, pertahanan, juga energi.
Salah satu proyek kerja identik kedua negara adalah perkembangan jalur darat yang tersebut menghubungkan Asia kemudian Eropa dengan jaringan kereta api, jalan raya, pelabuhan, serta kota.
Turki juga Irak menyatakan keinginan sama-sama untuk memajukan hubungan bilateral di kerangka kelembagaan kemudian berkelanjutan melalui kunjungan satu serupa lain, sebut pernyataan itu.
Disebutkan pula pentingnya rencana kunjungan Pertama Menteri Irak Mohammed Shia al-Sudani ke Turki pada 8 Mei untuk mengunjungi perjumpaan Dewan Kerja Sama Krusial Taraf Tinggi.
Terkait ancaman dari kelompok teroris PKK terhadap kedua negara, ditegaskan pula pentingnya merealisasikan seruan pemimpin PKK Abdullah Ocalan agar kelompok itu membubarkan diri kemudian meletakkan senjata.
PKK dinyatakan sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS, kemudian Uni Eropa.
Selama 40 tahun, kelompok itu melancarkan serangan teror terhadap Turki serta bertanggung jawab melawan kematian tambahan dari 40.000 orang, di antaranya perempuan, anak-anak, kemudian bayi.
Teroris PKK kerap bersembunyi di dalam Irak utara untuk merencanakan serangan lintas batas ke Turki.
Keinginan dengan kedua negara untuk secara tegas mempertahankan koordinasi kemudian kerja sebanding pada menghadapi ancaman PKK juga ditegaskan di pernyataan itu.
Irak serta Turki sama-sama memandang perlunya pembentukan komite dengan untuk menemukan solusi menghadapi kesulitan pengungsi di dalam kamp Al-Hol, Roj, serta kamp lain pada Suriah.
Sebagai bagian dari peperangan berhadapan dengan terorisme, kedua negara juga menyatakan komitmen untuk mendirikan pusat operasi sama-sama di kerangka Mekanisme Quint yang digunakan dirilis pada 9 Maret pada Amman oleh Suriah kemudian negara-negara tetangganya.
Irak juga Turki menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap pelanggaran berat oleh negeri Israel ke Jalur Gaza, Lebanon, serta wilayah Suriah.
Kedua negara juga mengungkapkan keyakinan bahwa kelanjutan dialog nuklir antara Iran juga Amerika Serikat dapat membuka jalan bagi penyelesaian konflik secara damai.
Delegasi Turki di pertandingan itu terdiri dari Menteri Luar Negeri Hakan Fidan, Menteri Keamanan Nasional Yasar Guler, Direktur Organisasi Intelijen Nasional Ibrahim Kalin, lalu Wakil Menteri Dalam Negeri Munir Karaloglu.
Sementara itu, Irak diwakili oleh Menteri Luar Negeri Fuad Hussein dan juga beberapa jumlah pejabat tinggi.
Sumber: Anadolu-OANA
Artikel ini disadur dari Turki dan Irak tegaskan pentingnya saling mendukung kedaulatan





