Tren Lab-Growns Diamond Mulai Diminati, Valencia Tanoesoedibjo: Karena Harganya Sangat Murah

JAKARTA – Sama seperti fashion item lain, perhiasan juga memiliki tren yang dimaksud berbeda setiap tahunnya. CO ketua eksekutif Isago, Valencia Tanoesoedibjo menjelaskan bahwa pada waktu ini tren perhiasan dalam Indonesia sudah ada mengarah ke lab-grown diamond.
“Lab-grown diamond ini masih akan bertumbuh sebab dari segi harga jual sangat terjangkau,” ujar Valencia Tanoesoedibjo ketika ditemui dalam acara peluncuran store-in-store Isago di tempat Sarinah, Hari Jumat (6/9/2024).
Valencia menyatakan lab-grown diamond sanggup menjadi alternatif publik yang dimaksud ingin tetap saja memakai diamonds, namun dengan biaya yang tersebut lebih banyak murah.
“Semua orang mau pakai diamond, tapi terlalu mahal kemudian lab-grown diamond ini sanggup lebih besar dijangkau dari segala lapisan masyarakat,” ucap dia.
Valencia menjelaskan, lab-grown diamond ini dapat dibilang sejenis dengan natural diamond. Bedanya cuma dari cara pembuatannya.
“Bedanya tambahan ke cara pembuatannya. Ibaratnya buah tomat ada yang dimaksud dari hutan lalu hidroponik, nah lab-grown diamond ini hidroponik. Elemennya sejenis seperti natural diamond tapi dibuat manusia,” terangnya.
Lebih lanjut Valencia meninjau pandangannya seputar lapangan usaha lab-grown diamond mempunyai kesempatan besar kemudian akan terus berkembang. Diproyeksikan bahwa sektor ini akan bertambah dengan CAGR 9.6%, dari 23.74 miliar Dolar Amerika pada 2023 menjadi 45.10 Mata Uang Dollar miliar pada 2030.
“Dengan komitmen kami untuk menciptakan perhiasan berkualitas tinggi yang ramah lingkungan, Isago menghadirkan koleksi yang digunakan mempunyai emisi karbon 63% lebih banyak rendah lalu penyelenggaraan air tujuh kali lebih banyak sedikit (per produksi carat), sebagaimana sudah pernah dihitung secara rinci oleh Bumiterra, mitra perusahaan perhatian lingkungan kami,” katanya.






