Nasional

Usung 7 Peta Jalan, Kemenag Targetkan Moderasi Beragama RI Jadi Referensi Global

JAKARTA – Kementerian Agama ( Kemenag ) miliki target besar terhadap Inisiatif Moderasi Beragama . Inisiatif nasional yang digunakan berjalan dengan baik ini bisa jadi disebarkan secara lebih lanjut luas, bahkan hingga level internasional. Untuk mencapai tujuan tersebut, Kemenag melalui Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) sekarang ini telah terjadi menyiapkan tujuh peta jalan (road map).

Kepala PKUB Kemenag Muhammad Adib Abdushomad mengatakan, upaya menginternasionalisasikan Proyek Moderasi Beragama bukanlah langkah sulit. Adib menilai, praktik hidup beragama secara moderat sudah lama mengakar dengan baik pada sedang rakyat Indonesia. Kehidupan beragama secara tidaklah ekstrem lalu berbasis kearifan lokal ini juga terbukti menjadi pengikat persatuan maupun kerukunan bangsa di tempat berada dalam berbagai keragaman agama, suku, bahasa, budaya juga lainnya.

“Indonesia ke depan harus sanggup jadi referensi juga destinasi kerukunan umat beragama di area level internasional. Kita harus tunjukkan ke dunia bahwa Indonesia mempunyai role model perdamaian dunia yang tersebut sangat universal,” ujar Adib pada waktu membuka Rapat Pembahasan Penyusunan Peta Jalan Pusat Kerukunan Umat Beragama di tempat Jakarta, Selasa (27/8/2024). Pembahasan Peta Jalan Kerukunan Umat Beragama ini selain disertai jajaran Kemenag juga melibatkan pihak dari Kemenko PMK, Kemenkopolhukam, Kemendagri, Bappenas, Kemenkumham, dan juga para akademisi.

Adib menjelaskan, Internasionalisasi Moderasi Beragama menjadi salah satu Peta Jalan Kerukunan Umat Beragama. Enam peta jalan lainnya adalah Pemberdayaan PKUB kemudian Lembaga Keagamaan, Pembaruan Kapasitas Aktor-Aktor Kerukunan, Promosi Keselarasan dan juga Kerukunan, Baseline Fakta Kerukunan kemudian Perkuatan Jejaring KUB Nasional serta Internasional. Lewat peta jalan ini, Adib mengharapkan, inisiatif moderasi beragama akan lebih tinggi berjalan tambahan strategis ke depan dikarenakan miliki regulasi lebih tinggi jelas, pelakunya lebih besar terampil, stakeholder makin kuat kemudian dukungan data yang mana faktual.

“Pada tahap iklan perdamaian misalnya PKUB ketika ini gencar menghadirkan banyak influencer untuk membantu menebarkan keberadaan beragama yang digunakan harmoni juga damai. Hal ini efektif sekali teristimewa pada menyasar publik secara lebih lanjut cepat dan juga masif,” terangnya.

Adib optimistis, tujuh peta jalan PKUB bisa jadi terwujud dengan baik. Sebab, Moderasi Beragama ini sudah masuk di acara nasional yang digunakan melibatkan 15 kementerian/lembaga juga empat kementerian koordinator. Dengan dasar ini, kesuksesan Proyek Moderasi Beragama menjadi tanggung jawab sejumlah pihak.

“Namun demikian banyaknya pihak ini juga menghadirkan tantangan. Untuk itu, kolaborasi dalam antara stakeholder adalah menjadi kunci. Maka mari bersatu bergandengan tangan mewujudkan perdamaian,” ajak alumnus jurusan Social and Policy Studies Flinders University Australia tersebut.

Pelaksana Pekerjaan Asdep Moderasi Beragama Kemenko Pembangunan Manusia juga Kebudayaan (PMK) Thomas Siregar menyokong penuh adanya tujuh peta jalan yang mana disusun PKUB Kemenag. Kehadiran peta jalan diyakini semakin memudahkan target-target yang dimaksud ingin dicapai pada Proyek Moderasi Beragama.

“Termasuk keinginan Moderasi Beragama mampu Go International juga jadi role model juga sangat baik. Saya meyakini ini dapat dilaksanakan oleh sebab itu kita juga memiliki kedutaan besar yang tersebut strategis untuk lebih besar menggaungkan moderasi beragama ke berbagai penjuru dunia. Dulu kampanye Islam Moderat juga berhasil kita lakukan. Kami yakin dengan bekerja sejenis secara intensif maka kita dapat lebih lanjut sinergi kemudian berkolaborasi,” ujar diplomat yang dimaksud terakhir bertugas di area KBRI London tersebut.

Related Articles

Back to top button