Perajin Bali menampilkan perhiasan dari botol kaca bekas

Kami ingin pemakai busana kami tidak ada hanya sekali bangga terhadap budaya Indonesia, tapi juga bangga berpartisipasi pada budaya berkelanjutan.
Badung – Perajin perhiasan selama Bali Komang Tri menampilkan aksesoris dari botol kaca bekas pada waktu terlibat berkolaborasi pada kompetisi peragaan dari desainer busana Angela Trihapsari.
Pada event peragaan busana A local Pride & Sustainable Fashion Show Event di Wilayah Badung, Bali, perhiasan dari botol kaca air mineral daur ulang itu dipadukan dengan koleksi fesyen berkelanjutan kemudian ramah lingkungan.
“Proses pembuatan perhiasan dengan konsep bottle cycle series ini kurang lebih besar satu bulan, jadi botol kaca yang digunakan ada dilebur kemudian dibentuk berubah jadi suatu bentuk yang dimaksud di konsep ini memproduksi konsep tetesan air,” kata Komang Tri, dalam Badung, Selasa.

Ia mengungkapkan melalui karya itu ingin menyampaikan instruksi bahwa barang-barang bekas pakai yang digunakan selama ini cuma dianggap sebagai sampah, seperti botol bekas minuman, ternyata miliki suatu nilai apabila dapat diolah dengan baik dan juga melintasi suatu serangkaian kreatif.
“Seperti kita mengamati pecahan kaca itu awalnya berpikir belaka menambah sampah kemudian berbahaya, tapi ternyata barang-barang seperti itu bisa jadi berubah jadi suatu karya yang bernilai seni kemudian dapat digunakan,” ujarnya.
Dalam kompetisi peragaan busana pada Midaz Bali itu, perhiasan perajin lokal yang dimaksud dipadukan dengan pakaian karya Angela Trihapsari yang bertajuk Sumba Summer.
“Kami ingin pemakai busana kami tak hanya sekali bangga terhadap budaya Indonesia, tapi juga bangga berpartisipasi di budaya berkelanjutan,” ujar desainer sekaligus Inisiator JS Cultura itu pula.
Ia menjelaskan pada busana kreasinya ada konsep juga komitmen berkelanjutan dengan menggunakan substansi tencel poplin, 100 persen linen serta embroidery cotton dengan tiada menggunakan bahan-bahan plastik satu di antaranya di pengemasan produknya.
“Saya juga akan mendaur naik unsur yang digunakan tersisa bermetamorfosis menjadi kreasi fesyen baru, hal ini menekankan komitmen kami terhadap budaya berkelanjutan,” kata ia lagi.
Desainer busana itu mengatakan, melalui koleksi yang digunakan sudah pernah ditampilkan di peragaan dalam Midaz Bali, ia ingin memadukan budaya tradisional Negara Indonesia dengan desain kontemporer dan juga mengerjakannya secara berkelanjutan.
“Jadi setiap helai koleksi ini terinspirasi oleh motif tradisional Sumba yang mana didesain serta dibuat untuk melestarikan sekaligus memperkenalkan warisan budaya Nusantara yang digunakan beragam,” kata dia.
Artikel ini disadur dari Perajin Bali menampilkan perhiasan dari botol kaca bekas





