Erick Thohir membantu revisi Perpres penerima BBM subsidi diperketat

Kita sangat membantu Perpres 191 untuk segera didorong
Jakarta – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyampaikan pihaknya menyokong revisi Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014 (Perpres 191) untuk membatasi pembelian bakar bakar minyak (BBM) subsidi agar tersalurkan secara tepat sasaran.
Erick mengatakan, tujuan dari revisi Perpres 191 adalah untuk menyavoid penyalahgunaan subsidi yang tersebut seharusnya ditujukan untuk masyarakat kelas bawah.
"Kita sangat menyokong Perpres 191 untuk segera didorong," ujar Erick di dalam Jakarta, Rabu.
Tak hanya saja mengenai subsidi BBM, sebut Erick, Kementerian BUMN juga menggalang langkah-langkah pemerintah pada mengatur bantuan-bantuan yang tersebut seharusnya didapat oleh masyarakat, di antaranya listrik serta gas.
Lebih lanjut, Erick mengatakan, Kementerian BUMN bukan terlibat di pengambilan tindakan kebijakan. Sebagai korporasi negara, BUMN belaka menanti pengesahan revisi Perpres 191.
"Kami dari BUMN sangat mengupayakan rencana jangka panjang pemerintah dari seluruh kementerian, apakah Perpres 191, 40, kemudian lain-lain, supaya tadi kita dapat lebih lanjut efisien, tepat sasaran, lalu sisa-sisa dana ini sanggup digunakan untuk kegiatan lain yang digunakan bisa saja membantu juga pengembangan manusianya kita," kata Erick.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Sektor Kemaritiman lalu Penyertaan Modal Luhut Binsar Pandjaitan mengutarakan bahwa pemerintah memiliki target pengetatan pengaplikasian subsidi materi bakar minyak pada 17 Agustus, sehingga dapat menghurangi total penyaluran subsidi terhadap warga yang tersebut bukan berhak.
Pernyataan yang dimaksud ia ungkapkan ketika mengeksplorasi permasalahan pemakaian bensin yang tersebut berhubungan dengan defisit APBN 2024.
Ia meyakini, dengan pengetatan penerima subsidi, pemerintah dapat menghemat APBN 2024.
Selain memperketat penyaluran BBM bersubsidi, Luhut juga mengungkapkan bahwa pemerintah sedang berencana untuk memacu alternatif ganti bensin melalui bioetanol.
Luhut meyakini bahwa pemakaian bioetanol tidaklah cuma mampu menghurangi kadar polusi udara. Level sulfur yang dimiliki substansi bakar alternatif ini juga tergolong rendah.
Artikel ini disadur dari Erick Thohir dukung revisi Perpres penerima BBM subsidi diperketat






