Jokowi Panggil Luhut hingga Dirut KCIC pada Tengah Isu Whoosh Bikin Rugi WIKA
Jakarta – Presiden Joko Widodo atau Jokowi memanggil Menteri Koordinator Area Maritim lalu Pengembangan Usaha Luhut Pandjaitan hingga Direktur Utama Kereta Kilat Indonesia Cina (KCIC) Dwiyana Slamet Riyadi ke Istana Kepresidenan Ibukota pada Rabu, 24 Juli 2024. Pemanggilan Luhut, sebagai Ketua Komite Kereta Cepat, juga Dwiyana, oleh Jokowi pada berada dalam tudingan PT Wijaya Karya atau WIKA yang menyampaikan perusahaannya merugi oleh sebab itu proyek Whoosh.
Jokowi memanggil Luhut, Dirut KCIC, kemudian Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo sekitar pukul 10.45 WIB. Luhut tidak ada melintasi pintu depan Istana Negara. Dwiyana dan juga Kartika mengundurkan diri dari satu jam kemudian.
“Beliau ingin mengawasi tren penumpang gimana. Kemudian terkait infrastruktur, jalan akses, semua dievaluasi,” kata Dwiyana. “Ya pokoknya evaluasi. Kemudian nanti kerja identik dengan pihak Tiongkok ke depan apa lagi, evaluasi berhadapan dengan kinerja sekarang.”
Sebelumnya, Direktur Utama Wijaya Karya, Agung Budi Waskito, mengungkapkan kereta cepat berubah menjadi salah satu komponen pendorong kerugian yang mana dialami perusahaannya. Sepanjang 2023, perseroan merugi dikarenakan beban bunga tinggi, namun kerugian WIKA lainnya disebabkan oleh PT Pilar Sinergi BUMN Nusantara (PSBI).
PBSI merupakan anak bidang usaha PT Kereta Api Indonesia (Persero) selaku pemilik mayoritas saham PT KCIC, yakni mencapai 60 persen. Namun Wijaya Karya menguasai 38 persen saham PSBI. WIKA disebut mencatatkan kerugian Rp7,12 triliun pada 2023. Angka itu membengkak 11,86 persen jika dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp59,59 miliar.
Agung mengutarakan kehilangan perseroan akibat membayar penyertaan untuk proyek kereta cepat, sehingga perusahaan harus menerbitkan obligasi yang digunakan menambah beban keuangan. Agung mengutarakan dari penyertaan yang tersebut sudah ada digelontorkan sebesar Rp6,1 triliun. “Kemudian yang mana masih dispute (belum dibayar) sekitar Rp5 triliun sehingga hampir Rp12 triliun,” kata ia ketika rapat dengan Komisi VI DPR, Hari Senin 8 Juli 2024.
Ketika ditanya persoalan kerugian, Dwiyana tak mau berbagai komentar. “Tanya Wika aja deh. Yang penting kalau ke KCIC, Wika itu sebagai kontraktor. Artinya semua penagihan dari kontraktor itu harus ikuti semua yang mana ada dalam klausul kontrak Engineering-Procurement-Construction. Semua harus Good Corporate Governance,” katanya.
Wakil BUMN Kartika mengutarakan selain mengeksplorasi kereta cepat, penghadapan Jokowi dengan Jokowi juga mengkaji tentang kereta api dan juga Light Rail Transit (LRT). Kartika mengklaim kinerja KCIC berjalan baik dengan traffic 24 ribu. Sementara LRT tercatat 80 ribu. “Nah kita akan tambah terus total kereta beroperasi,” katanya.
Artikel ini disadur dari Jokowi Panggil Luhut hingga Dirut KCIC di Tengah Isu Whoosh Bikin Rugi WIKA



